Promkes RSUD Kapuas Tentang DBD di Radio Siaran Pemda Kapuas

KUALA KAPUAS – RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) bersama dr. Erny Indrawati melaksanakan Penyuluhan Kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD), Kamis (7/01/2021) pagi di Radio Siaran Pemerintah Daerah Kab. Kapuas 91,4 FM yang beralamat di Jalan DI Panjaitan.

dr. Erny Indrawati

Beliau menjelaskan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue yang mengakibatkan demam dan bisa menimbulkan perdarahan. Virus dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektornya atau pembawanya.

Ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypti :

  • Mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya
  • Berkembang biak pada air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100-200 m.
  • Sifat khasnya adalah menggigit waktu siang hari, yaitu pagi dan sore; ketika istirahat biasanya hinggap digantungan baju
  • Ketika menggigit badan nyamuk tidak nungging
  • Berkembang biak pada air yang bersih seperti bak mandi, tempayan, tempat minum burung, dan barang-barang bekas yang tergenang air

Setelah virus masuk ke dalam tubuh seseorang, terlebih virus akan berkembang biak didalam kelenjar getah bening. Gejala DBD akan muncul sekitar 4-6 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh.

GEJALA DBD

  1. Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, tampak lesu, suhu badan 38⁰C – 40⁰C atau lebih
  2. Tampak bintik-bintik merah pada kulit dan jika kulit diregangkan bintik-bintik merah tidak hilang
  3. Kadang-kadang perdarahan hidung (mimisan)
  4. Kemungkinan terjadi muntah darah atau berak darah
  5. Tes tourniquet positif
  6. Adanya perdarahan dibawah kulit, ppetekie (bintik-bintik), ekimosis, atau purpura (memar-memar)
  7. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lambung
  8. Bila sudah parah, penderita gelisah,ujung tangan dan kaki dingin, berkeringat, perdarahan selaput lender dan mukosa, alat cerna, tempat suntikan, dan di tempat lainnya
  9. Trombosit turun (< 100.000) disebut sebagai trombositopeni
dr. Erny Indrawati

Masa kritis dari DBD yaitu demam hari ke-3 sampai hari ke-7, dimana suhu akan turun namun tidak berarti orang tersebut sembuh. Oleh karena itu perlu diperhatikan apakah ada tanda-tanda bahaya yang menunjukkan gejala DBD yang parah, seperti :

  • Sakit perut
  • Muntah terus menerus
  • Gusi berdarah
  • Muntah darah
  • Nafas cepat
  • Kelelahan, gelisah, penurunan kesadaran

Ketika demam berdarah ini dicurigai, maka pasien harus dilarikan ke IGD rumah sakit terdekat, karena akan berpotensi menyebabkan :

  • Kebocoran plasma darah yang dapat menyebabkan syok dan atau timbunan cairan dengan atau tanpa gengguan pernafasan
  • Perdarahan yang hebat, baik yang terlihat atau pun tidak
  • Gangguan organ berat (gagal ginjal, gagal jantung)

Saya demam, apakah saya terkena DBD, dan kapan saya harus perikssa ke dokter ?

  • Sebaiknya tidak buru-buru ke dokter jika demam belum sampai 3 hari, karena terlalu dini, karena biasanya hasil pemeriksaan darahnya belum memberikan gambaran yang khas tentang DBD, tetapi bila anda merasa terganggu dengan gejala yang anda alami silahkan menghubungi dokter.
  • Jika demam telah berlangsung selama 3 hari (apapun penyebabnya) sebaiknya langsung periksa ke dokter, apalagi di lingkungan anda ditemukan kasus DBD
  • Pasien demam tinggi yang mendadak terus menerus selama 3 hari dan dicurigai DBD, jika terdapat gejala kegawat-daruratan maka harus segera dibawa ke Rumah Sakit

Apa pertolongan pertama yang bisa diberikan pada penderita DBD Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap penderita DBD, yaitu :

  • memberi minum sebanyak mungkin
  • kompres agar panasnya turun
  • memberikan obat penurun panas
  • jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau semakin naik segera bawa ke Rumah  Sakit atau Puskesmas
  • jika tidak bisa minum atau muntah terus-menerus, kondisi bertambah parah, kesadaran menurun, maka harus dirawat di Rumah Sakit

Cara mencegah terkena DBD antara lain :

  • Pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan cara menguras, menutup, mengubur, barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk
  • Abatesasi, yaitu pemberian bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air, tujuannya untuk membunuk jentik-jentik
  • Fogging (pengasapan), dilaksanakan pada kasus-kasus denga 2 atau lebih penderita positif, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 m dari tempat tinggal penderita positif, atau ada 1 penderita DBD meninggal
  • Melakukan sistem kewaspadaan dini, laporan penderita DBD dari Rumah Sakit ke puskesmas wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

“Di musim penghujan dari bulan Oktober hingga April seperti di Indonesia sekarang ini, hendaknya kita lebih waspada terkait penyebaran nyamuk yang membawa penyakit DBD, oleh karena itu selalu jaga kebersihan di lingkungan tempat kita tinggal masing-masing sehingga kita dan keluarga bisa terhindar dari penyakit Demam Berdarah Dengue,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *