Edukasi Kesehatan Melalui Podcast Di Radio Membahas Tentang Edukasi Gizi Seimbang Untuk Tumbuh Cerdas, Aktif dan Sehat
KUALA KAPUAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) kembali mengudara di frekuensi 98,1 FM yang beralamat di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, memberikan informasi dan edukasi kesehatan bersama narasumber Kristin Natalia, S.tr.Gz, selaku Nurtisionis Penyelia di Instalasi Gizi, dan didampingi Popo Subroto, SKM, M.I.Kom, selaku Adminkes Ahli Muda dan Koordinator Unit Promkes RS, serta ditemani Penyiar Radio Diskominfo Kab. Kapuas, Hadi, mengulas tentang Edukasi Gizi Seimbang Untuk Tumbuh Cerdas, Aktif dan Sehat yang dilaksanakan pada hari Selasa (27/01/2026).
Kristin begitu beliau disapa, menjelaskan bahwa ada anak yang tampak begitu bersemangat dan cepat tanggap, sementara yang lain mudah lelah atau sulit berkonsentrasi. Jawabannya seringkali bukan hanya soal bakat, tapi apa yang ada di piring makan mereka setiap hari. Di tengah gempuran tren makanan instan dan camilan tinggi gula (ultra-processed food), kita menghadapi tantangan besar yaitu Malnutrisi terselubung. Banyak orang tua merasa anaknya sudah ‘kenyang’, padahal sel-sel tubuh dan otaknya sedang ‘kelaparan’ zat gizi mikro. Data menunjukkan bahwa kualitas asupan nutrisi pada masa pertumbuhan berkorelasi langsung dengan Ketajaman Kognitif yaitu Otak membutuhkan lemak sehat dan zat besi untuk memproses informasi, Ketahanan Fisik yaitu Tanpa protein dan mineral yang cukup, tubuh menjadi rentan terhadap infeksi dan pertumbuhan fisik terhambat (stunting), dan Stabilitas Emosi seperti Kekurangan gizi tertentu dapat memicu anak menjadi lebih rewel atau sulit mengatur fokus.

“Gizi seimbang bukan tentang makan banyak, tapi tentang makan dengan benar. Ini bukan soal melarang cokelat atau makanan enak, melainkan tentang keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral. Karena investasi terbaik yang bisa kita berikan untuk masa depan bukanlah harta, melainkan tubuh yang sehat dan otak yang cemerlang”, tambahnya.
Anak sekolah sedang berada pada masa pertumbuhan yang sangat cepat setelah masa bayi, gizi yang baik akan membantu anak menjadi sehat , kuat, cerdas, aktif dan siap berprestasi sehingga mereka bisa tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas.
Dijelaskan lebih lanjut tentang pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak dimana gizi seimbang adalah susunan asupan sehari-hari yang jenis dan jumlah zat gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan asupan gizi ini juga harus memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan mempertahankan berat badan normal guna mencegah masalah gizi. Gizi seimbang yaitu apabila asupan makan cukup secara kuantitas, kualitas dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Tujuannya agar kesehatan tubuh terjaga, pertumbuhan sempurna (pada anak-anak), zat gizi tersimpan, dan aktifitas dan fungsi sehari-hari berjalan optimal. Prinsip Gizi seimbang terdiri dari 4 (empat) Pilar, yaitu Mengkonsumsi Makanan beragam, Membiasakan perilaku hidup bersih, Melakukan aktifitas fisik, dan Mempertahankan serta memantau berat badan (BB) normal.

Mengatur pola makan anak bukan sekadar tentang “kenyang”, tapi tentang membangun fondasi biologis untuk masa depan mereka. Kebiasaan makan tidak sehat, seperti tinggi gula tambahan, lemak trans, rendah serat, serta minim mikronutrien—ibarat memberikan bahan bakar berkualitas rendah pada mesin yang sedang dibangun secara masif. Berikut adalah dampak detailnya secara komprehensif, yaitu Nutrisi adalah blok bangunan tubuh. Jika asupan protein, kalsium, dan zinc tidak terpenuhi (atau tertutup oleh kalori kosong dari jajanan), anak berisiko mengalami Stunting, atau gagal tumbuh yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar usianya. Defisiensi Mikronutrien, terutama anemia (kekurangan zat besi) yang menyebabkan anak cepat lelah dan pucat. Penurunan Fungsi Kognitif dan Kecerdasan dimana Otak anak berkembang sangat pesat. Kebiasaan makan tinggi gula dan pengawet dapat menyebabkan Brain Fog atau Fluktuasi gula darah yang drastis membuat anak sulit berkonsentrasi di sekolah. Hambatan Memori yaitu Kekurangan asam lemak Omega-3 dan vitamin B kompleks dapat mengganggu pembentukan sinapsis saraf yang krusial untuk daya ingat dan pemecahan masalah. Masalah Metabolik Dini (The Silent Killer), penyakit ini hanya menyerang orang dewasa, namun sekarang tenaga medis makin sering menemukannya pada anak-anak, seperti Obesitas Anak berupa Penumpukan lemak visceral yang mengganggu kerja hormon. Resistensi Insulin: Konsumsi gula berlebih memicu pankreas bekerja terlalu keras, yang menjadi cikal bakal Diabetes Tipe 2 di usia muda. Dislipidemia dengan munculnya plak kolesterol pada pembuluh darah bahkan sebelum anak mencapai usia remaja. Dampak Psikologis dan Perilaku, dimana Nutrisi sangat memengaruhi kesehatan mental dan perilaku anak. Sugar Rush & Crash, yaitu Lonjakan energi diikuti penurunan drastis yang membuat anak menjadi tantrum, rewel, atau hiperaktif. Gangguan Mood dimana Diet rendah nutrisi sering dikaitkan dengan risiko depresi dan kecemasan pada anak di kemudian hari. Masalah Kepercayaan Diri: Obesitas akibat pola makan buruk seringkali memicu perundungan (bullying) dan rendahnya rasa percaya diri. Melemahnya Sistem Imun dimana usus adalah pusat sistem kekebalan tubuh. Pola makan rendah serat (kurang sayur dan buah) merusak mikrobiota usus, sehingga anak menjadi mudah sakit (flu, batuk, infeksi pencernaan), serta Proses penyembuhan luka atau pemulihan dari penyakit menjadi lebih lama.

Pemerintah Indonesia sendiri memiliki program gizi yang diberi nama “Isi Piringku”, program ini menggantikan konsep makanan empat sehat lima sempurna yang selama ini sudah diketahui di kalangan masyarakat. Isi piringku memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait gizi seimbang. Berikut penjelasan dari “Isi Piringku”, antara lain 1/6 piring makan berupa buah berbagai jenis dan warna, 1/6 piring berupa lauk pauk protein baik hewani maupun nabati, 1/3 piring berupa makanan pokok yang terdiri dari karbohidrat kompleks (biji -bijian/beras), artinya membatasi karbohidrat simpleks (gula, tepung-tepungan dan produk turunan dari tepung), 1/3 piring makan berupa berbagai jenis sayur-sayuran.
Remaja membutuhkan zat gizi makro seperti karbohidrat, lemak, dan protein maupun zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral yang tertuang dalam “Isi Piringku” dalam memenuhi kebutuhan energi untuk melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Remaja perempuan yang nantinya menjadi calon ibu di masa depan diupayakan agar dapat melahirkan generasi emas bebas stunting. Oleh sebab itu, harus dipersiapkan sedini mungkin dan semaksimal mungkin untuk melahirkan generasi yang sehat dan berprestasi dengan memperhatikan asupan gizi sekarang dan nanti.
Dijelaskan pula ada beberapa kebiasaan baik untuk anak, antara lain Sarapan sehat, Membawa bekal sehat, Minum air putih cukup, Makan sayur dan buah, Cuci tangan pakai sabun, Aktivitas fisik rutin, dan Batasi makanan tinggi GGL. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh anak, peran guru di sekolah dan orang tua agar gizi seimbang bisa dilakukan, antara lain Pesan kunci untuk anak / siswa biasakan sarapan, minum air putih dan biasa bawa bekal sehat, dan batasi minuman manis, makanan asin/berlemak, dan ngemil tidak terkontrol. Pesan kunci untuk guru berperan sebagai Role model, Pengawas gizi, Pengarah siswa, dan Penjaga lingkungan kantin sehat. Adapun Pesan kunci untuk orang tua perlu menyediakan sarapan sehat, Menyiapkan bekal bergizi, Menyelaraskan menu, Mengurangi makan ultra proses, dan Memantau tumbuh kembang. (PromkesRSUDKps)
