Bidang Keperawatan RSUD Kuala Kapuas Gelar Pertemuan Ilmiah Rutin Perdana Bulan Januari Tahun 2026
KUALA KAPUAS – Dalam rangka mempererat silaturahmi serta meningkatkan mutu pelayanan antar ruangan rawat inap dan rawat jalan, Bidang Keperawatan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas kembali menggelar pertemuan ilmiah rutin keperawatan dan kebidanan. Kegiatan perdana di tahun 2026 ini dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di RM Perdana Taste.
Pertemuan ilmiah tersebut diikuti oleh para Kepala Ruangan Rawat Inap dan Rawat Jalan, perwakilan Perawat Primer dari UGD dan Rawat Inap, serta jajaran Bidang Keperawatan.
Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Delianae, secara langsung membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan. Dalam sambutannya, dr. Deliana menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan pelayanan, khususnya dalam pemantauan penggunaan Alat Bahan Habis Pakai (ABHP) dan obat-obatan di setiap ruangan. Ia menegaskan bahwa upaya efisiensi harus tetap dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pasien.

Pada sesi ilmiah, Ruang Cempaka melalui Kepala Ruangan Bidan Tri bersama Perawat Primer Ners Ika Rianty memaparkan materi asuhan keperawatan dan kebidanan tentang Himen Imperforata. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan di mana selaput dara menutupi seluruh lubang vagina sehingga menghambat keluarnya darah menstruasi. Paparan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perawat dan bidan dalam melakukan deteksi serta penanganan dini terhadap kasus tersebut.
Sementara itu, dari Ruang VIP Melati, Kepala Ruangan Ners Sari Setiawati bersama Perawat Primer Ners Haireznita menyampaikan materi mengenai Kista Ateroma Sebasea. Kista ini merupakan benjolan jinak di bawah kulit akibat penyumbatan kelenjar minyak (sebasea), berisi campuran keratin, sebum, dan sel kulit mati. Umumnya kista terasa kenyal dan tidak nyeri, serta sering muncul di area wajah, leher, dan punggung. Namun, dalam kondisi tertentu kista dapat mengalami infeksi yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri. Penyebabnya antara lain trauma kulit, jerawat, cedera, maupun faktor genetik, dengan penanganan yang bervariasi mulai dari kompres hangat hingga tindakan operasi kecil sesuai kondisi pasien.

Selain paparan ilmiah, turut ditekankan pentingnya edukasi kesehatan kepada keluarga pasien sebagai komponen krusial dalam asuhan keperawatan dan kebidanan. Edukasi terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan keluarga akibat kondisi kritis anggota keluarganya, memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi medis, mengurangi ketidakpastian, serta meminimalkan ketakutan terhadap hal-hal yang belum dipahami.
Menutup kegiatan, Kepala Bidang Keperawatan, Ibu Karolina Kamala, menyampaikan harapannya agar terdapat perwakilan dari rawat inap dan rawat jalan yang aktif mengikuti apel pagi dan senam pagi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan, kebersamaan, dan kesehatan tenaga keperawatan.

Pada kesempatan yang sama, Ners Elvina mengajak seluruh perawat dan bidan untuk mendukung program kerja yang telah ditetapkan oleh direktur serta bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna layanan rumah sakit. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi melalui pelatihan, baik formal maupun informal, khususnya pelatihan kompetensi ber-SKP melalui platform Kementerian Kesehatan Satu Sehat.
Sementara itu, Ners Lilik menyampaikan informasi terkait proses kredensial perawat dan bidan, di mana tim kerja telah dibentuk dan pelaksanaan kredensial dijadwalkan akan dimulai pada awal Februari 2026. (PromkesRSUDKps)
