Pembangunan Laboratorium Bio Safety Level-2 (BSL-2) di RSUD Kapuas

KUALA KAPUAS – Keberadaan laboratorium pengujian spesimen memegang peranan penting dalam mendukung upaya percepatan penanganan Covid-19. Terbatasnya laboratorium pengujian di daerah menyebabkan lamanya pengujian spesimen dari suspek Covid-19. Hal ini dikarenakan waktu yang dibutuhkan daerah untuk mengirimkan spesimen dari atau ke rumah sakit yang jauh atau berada di daerah lain.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc, jumlah laboratorium atau rumah sakit yang bisa melakukan uji spesimen dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) masih sangat terbatas terutama di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kabid. Pelayanan Medik
dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc

Hingga pada hari Jum’at 13 November 2020, mulai dibangun Laboratorium Bio Safety Level -2 (BSL-2) di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Adapun jangka waktu pengerjaan selama 49 (empat puluh sembilan) hari kalender, diperkirakan selesai hingga tanggal 31 Desember 2020.

Proses pembangunan Lab. BSL-2

Tujuan dari pembangunan ini dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Kapuas yang merupakan program pembangunan / peningkatan bangunan untuk wilayah publik dengan sumber dana melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2020 dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Bidang Cipta Karya.


“Terkait hal ini RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas berusaha selalu untuk meningkatkan sarana prasarana pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan secara maksimal, terutama bagi yang berdomisili di daerah Kabupaten Kapuas,” pungkasnya. (PromkesRSKps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *