Direktur RSUD Kapuas Lakukan Pengawasan Internal Langsung ke Ruang Perawatan, Dengarkan Pengalaman Pasien
KUALA KAPUAS — Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Delianae, bersama jajaran manajemen, Tim Komite Mutu Rumah Sakit, dan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) melaksanakan pengawasan internal pelayanan ke unit perawatan pasien rawat inap pada Kamis, 24 September 2026.
Pengawasan kali ini dilaksanakan di Ruang VIP/Melati dengan meninjau secara langsung proses pelayanan serta kondisi lingkungan perawatan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya manajemen rumah sakit untuk memastikan pelayanan yang diberikan kepada pasien berjalan dengan baik sekaligus memperoleh masukan secara langsung dari penerima layanan.
Direktur Turun Langsung Temui Pasien, dalam kegiatan tersebut, dr. Delianae tidak hanya melakukan telusur terhadap lingkungan dan pelayanan di unit perawatan, tetapi juga langsung mengunjungi ruang pasien untuk berdialog dengan pasien dan keluarga.

Direktur menanyakan secara langsung pengalaman pasien selama menjalani perawatan, termasuk bagaimana pelayanan yang diterima dari perawat, dokter, maupun tenaga penunjang. Selain itu, pasien dan keluarga juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan, pengalaman, maupun saran terkait sarana dan prasarana yang tersedia di ruang perawatan.
Dialog langsung tersebut menjadi bagian penting dalam pengawasan internal karena pengalaman pasien merupakan salah satu sumber informasi yang berharga bagi rumah sakit dalam melihat kualitas pelayanan dari perspektif penerima layanan.
Masukan Pasien Menjadi Bahan Perbaikan. Manajemen RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas memandang bahwa masukan dari pasien dan keluarga sebagai penerima layanan sangat penting untuk mengetahui hal-hal yang sudah berjalan dengan baik maupun aspek yang masih perlu ditingkatkan. Setiap tanggapan, saran, maupun kebutuhan yang disampaikan pasien menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam upaya melakukan perbaikan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Pendekatan ini juga memperkuat budaya mutu di rumah sakit, di mana perbaikan pelayanan tidak hanya berdasarkan hasil evaluasi internal, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan kebutuhan pasien secara langsung. Apresiasi terhadap Kinerja Tim Ruang VIP/Melati. Setelah melakukan dialog dengan pasien dan telusur pelayanan, dr. Delianae menyampaikan tanggapan kepada Kepala Ruangan VIP/Melati, Ners Sari Setiawati, beserta seluruh tim.

Berdasarkan tanggapan yang disampaikan pasien, pelayanan yang diberikan oleh tim mendapatkan respons yang baik. Direktur memberikan apresiasi atas kinerja dan pelayanan yang telah diberikan kepada pasien. dr. Delianae juga berpesan agar pelayanan yang sudah berjalan baik tersebut tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan.
“Terima kasih atas pelayanan yang sudah diberikan dengan baik. Apa yang disampaikan pasien menjadi bagian penting dalam evaluasi kita. Pertahankan yang sudah baik dan terus lakukan perbaikan agar pelayanan semakin baik,” pesan dr. Delianae.
Sarana dan Prasarana Masuk dalam Prioritas Perencanaan. Dalam telusur tersebut, manajemen juga mencermati sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana di ruang perawatan. Beberapa usulan, di antaranya terkait wastafel dan pengecatan ruangan, telah menjadi bagian dari usulan perbaikan dan berdasarkan hasil telusur telah masuk dalam prioritas perencanaan rumah sakit. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan internal tidak berhenti pada penilaian pelayanan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kebutuhan perbaikan lingkungan dan fasilitas pelayanan.
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan berupa Pengawasan internal yang dilakukan secara langsung oleh pimpinan bersama jajaran manajemen, Komite Mutu, dan Tim PPI menjadi bagian dari komitmen RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dalam membangun pelayanan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien. Melalui telusur langsung, dialog dengan pasien dan keluarga, evaluasi pelayanan, serta tindak lanjut terhadap kebutuhan sarana dan prasarana, rumah sakit terus berupaya memastikan setiap masukan dapat menjadi bagian dari proses perbaikan.
Suara pasien adalah bagian penting dalam perjalanan peningkatan mutu pelayanan. Mendengar, mengevaluasi, menindaklanjuti, dan terus memperbaiki — untuk menghadirkan pelayanan rumah sakit yang semakin aman, nyaman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. (PromkesRSUDKps)
