Bahas Pentingnya Merawat Kesehatan Gigi Untuk Masa Depan Melalui Podcast Edukasi Kesehatan Di Radio

KUALA KAPUAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) kembali mengudara di frekuensi 98,1 FM yang beralamat di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, memberikan informasi dan edukasi kesehatan bersama narasumber drg. Luluk Nurhayati, selaku Dokter Gigi Madya, dan didampingi Popo Subroto, SKM, M.I.Kom, selaku Administrator Kesehatan Ahli Muda dan Koordinator Unit Promkes RS, serta ditemani Penyiar Radio Diskominfo Kab. Kapuas, Neza, mengulas tentang Pentingnya Merawat Kesehatan Gigi Untuk Masa Depan, dilaksanakan pada hari Kamis (23/04/2026).

dr. Luluk begitu beliau disapa, menjelaskan bahwa yang menjadi latar belakang edukasi kesehatan di radio dengan tema Pentingnya Merawat Kesehatan Gigi Untuk Masa Depan, karena Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari Kesehatan tubuh secara keseluruhan, Kesehatan gigi dan mulut menjadi indikator Kesehatan tubuh secara umum, Gigi yang sehat kuat dan rapih menjadi prasyarat pada Lembaga pendidikan kedinasan dan beberapa profesi lainnya, serta sering ditemui remaja yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan tetapi terkendala Kesehatan gigi.

Ditambahkan lagi bahwa Fungsi gigi bagi kehidupan manusia antara lain untuk kesehatan untuk Mengunyah Makanan, Menjaga Flora Normal, Penguat Rahang, Menjaga keseimbangan posisi gigi. Untuk kehidupan sosial seperti Bicara/vocal, Penampilan/Estetika, dan Bau Mulut. untuk melamar menjadi suatu Profesi seperti TNI / Polri, Presenter Tv, Pramugara-Pramugari, Pilot, MC, dan sebagai penunjang Gaya Hidup/Life Style misalnya Pemasangan Veneer, Dental Implant, Orthodonti atau pemasangan kawat gigi.

Fungsi Gigi dalam mengunyah makanan artinya makanan dikunyah dan dihaluskan dalam mulut sampai 60-70% halus, Kemudian ditelan kedalam rongga perut & dihaluskan oleh usus melalui proses gerakan peristaltic. Fungsi gigi sebagai Penguat Tulang Rahang artinya semakin lengkap gigi tertanam, semakin kuat tulang rahang, karena terjadi remodelling. Semakin banyak gigi tanggal / ompong, mengakibatkan semakin mengecil tulang rahang & semakin rapuh.

Fungsi gigi dalam menjaga keseimbangan posisi gigi, memiliki arti bahwa gigi yang tanggal / ompong, jika tidak digantikan dengan gigi tiruan, akan menyebabkan terjadi pergerakan dari tetangganya/ sebelahnya dan gigi antagonisnya, serta posisi gigi dan otot-otot pengunyahan di wajah. Gigi juga mempengaruhi Fungsi Bicara / Vocal, artinya semakin lengkap gigi & hubungan rahang yang baik, semakin jelas vocal yang dihasilkan, dan semakin banyak kehilangan gigi, semakin tidak jelas pengucapan.

Bau Mulut atau Halitosis adalah bau nafas yang tidak enak atau tidak sedap, tidak menyenangkan dan menusuk hidung. Penyebabnya, yaitu Kondisi gigi dan mulut, Gigi berlubang, Sisa akar gigi, Karang gigi, Pemasangan gigi tiruan yang tidak standar (dibuat oleh selain dokter gigi), Xerostomia (mulut kering), Kondisi  Kesehatan Umum (sistemis) seperti menderita sakit Gerd dan Diabetes Melitus. Terkait Fungsi Estetik / Penampilan, di zaman sekarang dapat menggunakan Veener Gigi, yaitu Pemasangann Lapisan gigi yang berwarna cerah & bersih, bisa menambah kepercayaan diri, Perawatan Ortodonti atau pemasangan kawat gigi apabila Wajah tidak simetris, akibat posisi gigi dan hubungan rahang atas-bawah yang tidak harmonis. Dental Implan yaitu Gigi tiruan terbaik yang ditanam di rahang gigi, dimana fungsi kenyamanan dan kekuatannya menyerupai gigi asli bahkan lebih kuat, serta pemasangan gigi tiruan lainnya yang sesuai dengan rekomendasi medis.

“Pendidikan / Sekolah Kedinasan & Profesi apa saja yang mempersyaratkan Kesehatan dan Kerapihan Gigi tes kesehatannya dengan ketat adalah AKPOL (Akademi Polisi), AKMIL (Akademi Militer), IPDN (Institut Pemerintah Dalam Negeri), TNI (AU,AD,AL), STIN (Sekolah Tinggi Intelejen Negara), AIM (Akademi Imigrasi), AKIP (Akademi Ilmu Pemasyarakatan), Sementara yang tidak terlalu ketat dalam syarat kesehatan dan kerapihan gigi, contohnya seperti STAN (Sekolah Tinggi AKuntansi Negara), STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara), STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), dan STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat),” ujarnya.

Syarat untuk masuk sekolah kedinasan, TNI/POLRI, antara lain Gigi dalam kondisi rapi dan baik, yaitu tidak goyang, tidak terlalu renggang, dan kondisi gigi individual baik, Jumlah gigi cukup, Oklusi (pertemuan gigi atas dan bawah baik, Jaket gigi (jacket crown) dan jembatan gigi baik, Tidak memakai alat ortho permanen atau cekat, Tidak ada keluhan yang lain di rongga mulut, Tidak boleh ada gigi terpendam (impaksi) yang berpotensi mengganggu gigi geraham di depannya, Tidak boleh ada gigi berjejal, gigitan silang (crossbite), gigitan terbuka (open bite), rahang maju, dan kondisi berat lainnya yang mengganggu estetika, dan Kondisi gigi tidak harus sempurna, tetapi harus dalam keadaan sehat dan rapi.

Cara memelihara kesehatan gigi dan mulut, dapat dilakukan dengan Rajin menyikat gigi, Sikat gigi 2 (dua) kali sehari, pagi hari sertelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi mengandung flouride. Konsumsi buah dan sayur, Kandungan buah dan sayur yang berserat dan berair dapat menjagga kesehatan gigi dan mulut. Kurangi makanan manis dan melekat, dengan mengkonsumsi makanan manis dan melekat secara berlebihan dapat menyebabkan gigi rusak atau berlubang. Minum air putih dapat membantu membersihkan dan meluruhkan sisa makanan yang menempel di permukaan gigi. Rutin periksa ke dokter gigi, minimal 6 bulan sekali untuk mendeteksi lebih awal kondisi gigi dan mulut.

Gigi adalah aset dalam hidup, merupakan nikmat dan karunia dari Allah SWT yang wajib disyukuri; dirawat dengan baik. Merawat gigi harus menjadi habit / kebiasaan yang dilakukan sejak kecil hingga dewasa. Gigi sangat bermanfaat bagi kehidupan, fungsi Kesehatan dan fungsi sosial. Dalam perkembangannya Kesehatan gigi juga menjadi syarat mutlak (harus baik) untuk sekolah kedinasan dan profesi yang berkaitan dengan penampilan yang baik, akhir kata beliau menutup edukasi kesehatan. (PromkesRSUDKps)