Edukasi Kesehatan Melalui Podcast Di Radio Membahas Tentang Gagal Ginjal Kronik
KUALA KAPUAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) kembali mengudara di frekuensi 98,1 FM yang beralamat di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, memberikan informasi dan edukasi kesehatan bersama narasumber dr. Diana Yuniarti, selaku Dokter Umum Madya dan Koordinator Unit Pelayanan Darah, dan didampingi Popo Subroto, SKM, M.I.Kom, selaku Administrator Kesehatan Ahli Muda dan Koordinator Unit Promkes RS, serta ditemani Penyiar Radio Diskominfo Kab. Kapuas, Kurnianto Suhadi, mengulas tentang Gagal Ginjal Kronik yang dilaksanakan pada hari Senin (30/03/2026).
dr. Diana begitu beliau disapa, menjelaskan bahwa dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia 13 Maret 2026, Promkes RSUD Kapuas melakukan edukasi kesehatan dengan tema Kesehatan Ginjal Untuk Semua, Merawat Manusia, dan Melindungi Planet.

Dijelaskan bahwa Fungsi Ginjal antara lain Menyaring limbah /racun dari tubuh, Mengatur tekanan darah, dan Memproduksi hormon yg merangsang sumsum tulang belakang memproduksi sel darah merah, Mengatur cairan dalam tubuh, serta Menjaga kesimbangan mineral dan elektrolit.
“Pengertian Gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Akibatnya, limbah berbahaya menumpuk di dalam tubuh dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius,” tambahnya.
Ada dua jenis gagal ginjal, yaitu Gagal ginjal akut, dimana muncul tiba-tiba dan dapat pulih jika ditangani dengan cepat, dan Gagal ginjal kronis (berkembang perlahan dalam waktu yg lama yaitu lebih dari 3 bulan dan bersifat permanen). Sebagian besar kasus gagal ginjal kronis disebabkan oleh gaya hidup dan penyakit yang tidak terkontrol.
Penyebab gagal ginjal kronis antara lain disebabkan karena mengidap Penyakit Kronis seperti Diabetes: Gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, mengganggu fungsi penyaringan. Diabetes adalah penyebab gagal ginjal paling umum. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Tekanan darah tinggi yang terus-menerus dapat merusak pembuluh darah di ginjal dan menurunkan efisiensinya dalam menyaring darah. Penyakit Autoimun, Beberapa penyakit seperti lupus dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak jaringan ginjal. Infeksi dan Peradangan seperti Infeksi parah atau peradangan ginjal (glomerulonefritis) dapat menyebabkan kerusakan pada unit penyaringan ginjal (glomeruli).

Selanjutnya Penyebab Gagal Ginjal, Pola Hidup dan Kebiasaan Buruk Kurang Minum Air Putih: Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh yang kronis memaksa ginjal bekerja lebih keras dan dapat menyebabkan kerusakan dari waktu ke waktu. Asupan Garam dan Gula Berlebih: Konsumsi makanan dan minuman tinggi garam serta gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, yang merupakan pemicu utama gagal ginjal. Merokok dan Minuman Beralkohol dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk ginjal. Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mengganggu fungsi ginjal. Penggunaan Obat-obatan Sembarangan seperti penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen secara berlebihan tanpa anjuran dokter dapat merusak ginjal.
Penyebab Lainnya, antara lain Riwayat Keluarga, Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit ginjal, risiko anda juga lebih tinggi. Penyumbatan Saluran Kemih: Adanya batu ginjal atau pembesaran prostat dapat menyumbat aliran urine, menyebabkan penumpukan tekanan di ginjal dan merusaknya. Obesitas atau Kelebihan berat badan meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes dan hipertensi, yang berhubungan erat dengan gagal ginjal. Sering mengkonsumsi minuman kemasan, minuman berenergi yang mengandung pengawet, pewarna, soda, taurine yang mempengaruhi fungsi ginjal.
Pada tahap awal, gejala gagal ginjal seringkali samar/ tidak terasa dan mudah diabaikan. Gagal ginjal kronis akan menunjukkan gejala sakit jika fungsinya sudah menurun drastis bahkan bisa hanya tersisa 15% saja ginjal yang masih berfungsi. Penting untuk mengenali tanda-tanda gagal ginjal agar bisa mendapatkan penanganan lebih awal, Perubahan Frekuensi Buang Air Kecil: Sering buang air kecil, terutama di malam hari, atau justru jumlah urine berkurang. Urine juga bisa terlihat berbusa, berwarna gelap, atau mengandung darah. Pembengkakan (Edema): Penumpukan cairan di tubuh menyebabkan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah. Kelelahan dan Kelemahan: Ginjal yang rusak tidak bisa menyaring racun dengan baik, menyebabkan penumpukan limbah yang membuat tubuh mudah lelah dan lemas. Nyeri Punggung, dimana beberapa orang mungkin mengalami nyeri di area punggung bawah. Kulit Gatal dan Kering, Penumpukan limbah di dalam darah dapat menyebabkan kulit terasa gatal dan kering.

Masalah yang timbul jika limbah tubuh menumpuk dalam tubuh, Penurunan kesadaran, Kulit gatal gatal, Badan odem = bengkak krn cairan , bukan karena radang, serta Sesak nafas. Minuman kemasan berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang dimana minuman kemasan berbahaya untuk ginjal karena Mengandung pengawet/ pewarna, Mengandung tinggi gula yang bisa menyebabkan kencing manis, kenaikan BB sampai kegemukan yang beresiko jadi hipertensi dan komplikasi gagal ginjal. Mengandung taurine yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menganggu fungsi ginjal karena beban kerja ginjal yang berlebihan. Mengandung soda = FOSFOR yg merusak tulang dan pembuluh darah termasuk pembuluh darah ginjal. Dari botol kemasannya /plastic mengandung BPA yg menurunkan fungsi /kerja ginjal. Minum obat tekanan darah tinggi jangka lama tidak merusak ginjal , bahkan dapat mencegah terjadinya komplikasi dari hipertensi salah satunya gagal ginjal kronik.
Gagal ginjal dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, yaitu Jaga Asupan Cairan: Minum air putih yang cukup (sekitar 8 gelas per hari) untuk membantu ginjal membuang racun. Pola Makan Sehat: Kurangi konsumsi garam, gula, dan makanan olahan. Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian. Rutin Olahraga: Olahraga teratur membantu menjaga berat badan ideal, mengendalikan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi darah. Kontrol Penyakit Kronis: Jika Anda memiliki diabetes atau hipertensi, pastikan untuk selalu mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah Anda sesuai anjuran dokter. Hindari Merokok dan Minuman Beralkohol: Hindari rokok dan batasi konsumsi alkohol. Jangan Sembarangan Mengonsumsi Obat: Selalu gunakan obat sesuai resep dan anjuran dokter. Hindari penggunaan obat-obatan tanpa pengawasan medis. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Terutama jika Anda memiliki faktor risiko, lakukan skrining kesehatan ginjal secara berkala untuk mendeteksi masalah sejak dini. Jangan sering minum minuman kemasan, minuman berenergi, soda dan gantilah dengan minum air putih.
“Penting untuk diingat bahwa deteksi dan penanganan dini sangatlah krusial. Jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat,” akhir kata beliau menutup edukasi kesehatan. (PromkesRSUDKps)
