Bicarakan Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Gigi Dalam Edukasi Kesehatan di Radio Bersama RSUD Kapuas
KUALA KAPUAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) kembali mengudara di frekuensi 98,1 FM yang beralamat di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, memberikan informasi dan edukasi kesehatan bersama drg. Luluk Nurhayati selaku Dokter Gigi Madya, dan didampingi Popo Subroto, SKM, M.I.Kom, selaku Koordinator Unit Promkes RS, serta ditemani Penyiar Radio Diskominfo Kab. Kapuas, Nessa, mengulas tentang Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan Gigi, pada hari Kamis (27/08/2026).
drg. Luluk begitu beliau disapa, menjelaskan bahwa gangguan pada masa pertumbuhan dan perkembangan gigi dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetika), kekurangan gizi, infeksi atau kebiasaan buruk. Gangguan pada masa pertumbuhan dan perkembangan ini menyebabkan kelainan jumlah gigi, kelainan ukuran gigi, kelainan bentuk gigi, kelainan struktur gigi, kelainan warna gigi dan kelainan erupsi gigi.

Hal yang mempengaruhi masa pertumbuhan dan perkembangan gigi antara lain, genetik / keturunan, Kekurangan gizi, Infeksi, dan Kebiasaan buruk. Nutrisi apa yang diperlukan ibu hamil agar pembentukan dan pertumbuhan gigi bayi maksimal, Asam folat dan protein dari biji bijian dan kacang kacangan, Kalsium dari susu dan keju dan hijau daun, Vit D dari ikan dan telur, serta Vit B dari daging ayam, buan dan gandum.
Jenis kelainan yang bisa terjadi jika ada gangguan pada masa pertumbuhan dan perkembangan gigi, antara lain Kelainan jumlah gigi, Kelainan ukuran gigi, Kelainan bentuk gigi, Kelainan struktur gigi, Kelainan warna gigi, dan Kelainan erupsi/tumbuh gigi.
Kelainan jumlah gigi, adalah Kelainan yang terjadi karena gangguan pada saat proses inisiasi dan proliferasi pada pertumbuhan gigi sehingga jumlah gigi bisa kurang atau lebih dari jumlah normal yaitu Hypodontia, Oligodontia, Anodontia dan Supernumery.

Dijelaskan lebih lanjut, Hypodontia adalah kelainan bawaan di mana 1-6 gigi tetap tidak tumbuh karena benih tidak ada (bukan termasuk gigi bungsu), sering terjadi pada gigi geraham kecil dan gigi seri ke 2 dan mempengaruhi penampilan. Oligodontia adalah kelainan bawaan di mana lebih dari 6 gigi tetap tidak tumbuh karena benih tidak ada (tidak termasuk gigi bungsu) gigi yang tersisa juga biasanya berbentuk kerucut sehingga selain menyebabkan kesulitan dalam pengunyahan, dan biasanya diikuti dengan kelainan pada organ lain. Anodontia adalah kelainan bawaan dimana baik gigi susu maupun gigi permanen tidak ada yang tumbuh karena benih gagal terbentuk, mempengaruhi penampilan, pengunyahan, dan bicara. Hyperdontia / Supernumerary teeth adalah jumlah gigi susu atau permanen lebih dari normal, menyebabkan gigi tidak rapi dan ada celah gigi dan menghalangi gigi permanen.
Kelainan ukuran gigi, dimana ukuran gigi lebih kecil dari normal (Microdontia) atau lebih besar dari normal (Macrodontia). Sedangkan Kelainan bentuk gigi adalah kelainan bentuk gigi karena bawaan lain atau gangguan lingkungan saat proses pertumbuhan.
Adapun contoh dari kelainan bentuk gigi, antara lain Fusion adalah dua benih gigi yang menyatu jadi gigi besar seperti gigi punya dua akar dan dua mahkota. Gemination adalah satu benih gigi membeli jadi dua, dimana Gigi punya satu akar dua mahkota. Dens Invagination atau dens in dens adalah kelainan bentuk ketika lapisan email terlipat ke dalam gigi, terbentuk seperti celah y mudah terselip sisa makanan sehingga mudah berlubang, dimana sering terjadi pada gigi seri. Dens Envagination adalah terbentuk tonjolan ekstra atau tanduk dari email atau dentin pada permukaan gigi, yang mana sering terjadi pada geraham kecil. Peg shape adalah bentuk gigi kecil dan kerucut sering terjadi pd gigi seri ke 2 atas.

Kelainan struktur gigi adalah gangguan pembentukan jaringan keras gigi email dan dentin yang membuat gigi rapuh, berubah warna dan bentuknya tidak normal. Yang termasuk kelainan struktur gigi, antara lain Hypoplasia Email adalah kelainan pertumbuhan email gigi karena lingkungan bisa krm kekurangan gizi saat pembentukan, email terbentuk lebih tipis, tidak rata atau berlubang dr normal ditandai dengan permukaan email ada bercak putih kuning atau coklat, permukaan tampak kasar beralur, sensitif dan mudah rusak, mengenai beberapa gigi. Amelogenesis Imperfecta adalah pertumbuhan email yang tidak normal ditandai dengan warna putih atau kuning kecoklatan dan tidak rata karena faktor genetik, dan mengenai hampir semua gigi di rongga mulut. Dentinogenesis Imperfecta adalah kelainan genetik pada perkembangan gigi yang membuat dentin tidak normal berwarna biru keabu-abuan atau kuning kecoklatan sangat rapuh bisa pada gigi susu maupun gigi permanen. Molar-incisor hypoplasia adalah kerusakan email pada gigi geraham pertama dan gigi seri anak, gigi rapuh lunak dan mudah rusak. Fluorosis adalah kelainan pada email gigi yang ditandai dengan bercak putih garis halus dan noda coklat karena konsumsi fluor yang berlebihan, bisa karena anak-anak yang menelan pasta gigi atau air minum yang mengandung fluor berlebihan. Dentin Displasia dalah kelainan genetik langka pada dentin yang membuat dentin rapuh akar gigi sering pendek sehingga gigi mudah goyang.
“Kelainan warna gigi adalah kelainan warna gigi dari warna normal, bisa ekstrinsik yang terjadi setelah gigi tumbuh karena kebanyakan minum kopi atau teh, merokok dan penumpukan karang gigi, atau intrinsik karena terjadi kelainan tumbuh kembang seperti yang disebutkan di atas hypoplasia email, dan sebagainya,” ujarnya.
Kelainan erupsi adalah kondisi gigi yang terlambat atau lebih awal tumbuh. Lebih awal tumbuh pada bayi yang seharusnya belum tumbuh. Impaksi lambat tumbuh karena terjebak dalam tulang alveolar. Ektopik gigi tumbuh diluar jalur rahang yang seharusnya.
Waktu pertumbuhan gigi susu yang normal, yaitu gigi seri bawah 6-16 bulan gigi seri atas, gigi seri atas 8-14 bulan, gigi taring bawah 17-23 bulan, gigi taring atas 16-22 bulan, gigi molar bawah 14-23 bulan, gigi molar atas 13-33 bulan.
Jadwal pertumbuhan gigi permanen yang normal, antara lain Rahang bawah dimulai Gigi 1 6-7 th, Gigi 2 7-8 th, Gigi 3 9-10 th, Gigi 4 10-12 th, Gigi 5 11-12 th, Gigi 6 6-7 th, Gigi 7 11-13 th, Gigi 8 17-21 th. Adapun Gigi Rahang Atas, dimulai Gigi 1 7-8 th, Gigi 2 8-9 th, Gigi 3 11-12 th, Gigi 4 10-11 th, Gigi 5 10-12 th, Gigi 6 6-7 th, Gigi 7 12-13 th, dan Gigi 8 17-21 th.
Spasing / celah atau renggang pada gigi susu karena pertumbuhan rahang terjadi pd usia 3-6 th berfungsi sebagai persiapan untuk pertumbuhan gigi permanen yang lebih besar. Jadi jika tidak terjadi spasing pada gigi susu justru ini tidak normal yang menyebabkan gigi permanen akan tumbuh berjejal.
“Gigi susu terbentuk pada 5 minggu kehamilan, sedangkan gigi permanen mulai terbentuk pada minggu ke-20 kehamilan, sehingga ibu hamil harus menjaga asupan nutrisi kaya kalsium dan vitamin, merawat rongga mulut secara disiplin, serta menghindari paparan zat-zat berbahaya atau infeksi agar proses pembentukan gigi susu maupun gigi permanen berjalan sempurna,” pungkasnya menutup edukasi Kesehatan. (PromkesRSUDKps)
