Pertemuan Rutin Ilmiah Bidang Keperawatan RSUD Kapuas Bahas Asuhan Keperawatan Pasien Polisitemia Vera

KUALA KAPUAS – Bidang Keperawatan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas kembali melaksanakan Pertemuan Rutin Ilmiah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan pengetahuan tenaga kesehatan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 27 Juli 2026 tersebut bertempat di Aula Lantai 2 Gedung Pelayanan Unit Hemodialisa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

Pertemuan rutin ilmiah kali ini mengangkat tema “Seminar Studi Kasus Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Polisitemia Vera di Ruang Anggrek (Rawat Inap Kelas I)”. Seminar dipandu oleh Perawat Fatimah dari Klinik Penyakit sebagai moderator. Materi pertama disampaikan oleh dr. Joandrew Jordan Haposan Gultom, Sp.PD, sedangkan materi kedua disampaikan oleh Ns. Vina Novrianti Emilia Pratiwi, didampingi Ns. Endang Dang Kartiko Sari selaku Kepala Ruang Anggrek.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa polisitemia vera merupakan kelainan darah langka yang terjadi ketika sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah merah. Kondisi ini termasuk dalam kelompok keganasan darah yang pertumbuhannya bermula di sumsum tulang. Meskipun belum dapat disembuhkan, penanganan dan pengobatan tetap diperlukan untuk mengendalikan kondisi pasien serta mencegah terjadinya komplikasi. Pada kondisi polisitemia vera, peningkatan jumlah sel darah merah dapat menyebabkan darah menjadi lebih kental dan mengalir lebih lambat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan aliran darah dan komplikasi serius, seperti trombosis, serangan jantung, maupun stroke.

Sementara itu, asuhan keperawatan pada pasien polisitemia vera berfokus pada upaya menurunkan risiko kekentalan darah, mencegah terjadinya trombosis, mengelola gejala, serta meningkatkan kemampuan pasien dalam mempertahankan kondisi kesehatan secara optimal. Beberapa fokus diagnosis keperawatan yang dibahas dalam studi kasus tersebut antara lain risiko perfusi jaringan tidak efektif yang berkaitan dengan peningkatan viskositas darah, nyeri akut yang berkaitan dengan peningkatan volume darah dan keluhan sakit kepala, serta keletihan yang berkaitan dengan penurunan suplai oksigen efektif akibat aliran darah yang melambat. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan mencakup manajemen risiko trombosis, termasuk kolaborasi dalam tindakan flebotomi sesuai indikasi medis dan anjuran pemenuhan kebutuhan cairan.

Selain itu, dilakukan manajemen nyeri melalui teknik relaksasi napas dalam dan intervensi nonfarmakologis sesuai kondisi pasien, serta manajemen energi dengan mengatur keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. Edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga juga menjadi bagian penting dalam asuhan keperawatan. Pasien perlu diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda bahaya yang dapat mengindikasikan terjadinya sumbatan darah, seperti nyeri dada atau kelemahan maupun kebas pada salah satu sisi tubuh, serta pentingnya mengikuti anjuran pengobatan dan perawatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Plt. Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Ns. Elvina, menyampaikan bahwa kegiatan seminar keperawatan kali ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan DPK PPNI RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dan telah memperoleh SKP Kementerian Kesehatan. Menurutnya, kegiatan seminar tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi perawat dan bidan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kompetensi profesional tenaga kesehatan. Sertifikat kegiatan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bukti pengembangan kompetensi dan pemenuhan SKP sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses perpanjangan SIP bagi perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terlaksananya kegiatan seminar ini. Terima kasih juga kepada narasumber, khususnya dokter spesialis penyakit dalam, yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman kepada kami semua. Mari kita tetap menjaga kekompakan, terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan kompetensi, sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan dan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas kepada masyarakat,” ujar Ns. Elvina.

Melalui kegiatan pertemuan rutin ilmiah ini, diharapkan budaya belajar dan berbagi ilmu di lingkungan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dapat terus berkembang. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pemberian asuhan yang profesional, aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (PromkesRSUDKps)