Edukasi Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Anak Tersedak dan Bantuan Hidup Dasar Pada Anak

KUALA KAPUAS – Pada Hari Rabu, 17 Juni 2026 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Poliklinik Anak Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan atau Edukasi Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Anak Tersedak dan Bantuan Hidup Dasar Untuk Anak yang diberikan edukasi oleh dr. Agung Hari Wibowo, Sp.A, didampingi staf Poliklinik Anak, beserta Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas yang bertempat di Gedung Paviliun Jalan Tambun Bungai No.16 Kabupaten Kapuas.

dr. Agung begitu beliau disapa menjelaskan bahwa kondisi anak tersedak adalah kondisi gawat darurat ketika saluran napas (tenggorokan atau trakea) tersumbat oleh benda asing, seperti makanan, koin, atau mainan. Hal ini menghalangi udara masuk ke paru-paru dan dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Penyebab umum anak-anak, terutama bayi dan balita, sangat rentan karena mereka aktif dan sering memasukkan benda ke dalam mulut. Penyebab tersering meliputi makanan seperti potongan buah, kacang-kacangan, sosis, atau permen. Benda Kecil seperti Koin, manik-manik, baterai, kancing, atau tutup botol. Mainan seperti bagian kecil dari mainan, kelereng, atau balon. Lainnya seperti air liur atau muntahan.

Perlu waspada jika anak tiba-tiba menunjukkan gejala seperti memegang leher secara refleks. Batuk secara tiba-tiba, sulit berbicara, atau bersuara melengking. Wajah atau bibir terlihat memerah hingga kebiruan (sianosis). Kesulitan bernapas, napas berbunyi, atau megap-megap. Kulit di sekitar dada dan leher tertarik ke dalam saat menarik napas serta penurunan kesadaran atau lemas.

“Anak yang tersedak dibagi ke dalam dua kategori, antara lain anak dengan batuk yang kuat, bersuara dan menangis, sadar, dan bernapas, dapat dilakukan dengan rangsang anak untuk terus batuk dan pantau benda asing, napas, dan kesadaran. Kategori lainnya yaitu anak batuk tanpa suara, suara tercekik dan tidak menangis, mengantuk dan sulit bernapas, hal inilah yang perlu penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Penanganan tersedak untuk Bayi (Usia < 1 tahun) diawali dengan posisikan telungkup atau tengkurap, Letakkan bayi di paha Anda dengan posisi wajah menghadap ke bawah, sanggah kepala dan rahangnya dengan tangan. Pastikan kepala lebih rendah dari dada. Lakukan tepukan punggung (Back Blows), Berikan 5 kali tepukan lembut namun mantap atau hentakan dada di antara tulang belikat menggunakan pangkal telapak tangan Anda. Lalu posisikan telentang, Balikkan bayi menghadap ke atas. Letakkan 2 jari di tengah dadanya (di bawah garis puting) dan berikan 5 kali tekanan dada (Chest Thrusts). Ulangi langkah siklus secara bergantian sampai benda asing keluar atau bayi menangis. Perlu diketahui, Bayi (Usia < 1 tahun) tidak boleh dilakukan hentakan perut. Bila tampak benda asing di rongga mulut dapat dikeluarkan, bila sulit atau tidak nampak jangan diteruskan dan segara bawa ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

Penanganan tersedak untuk Anak (Usia > 1 tahun) dilakukan dengan memberi tekanan perut (Heimlich Maneuver), Berdirilah di belakang anak. Lingkarkan tangan Anda di perutnya. Buat kepalan tangan dengan satu tangan dan letakkan sisi ibu jari kepalan tersebut tepat di atas pusar anak. Pegang kepalan tangan dengan tangan lainnya, lalu berikan hentakan kuat dan cepat ke arah dalam dan atas. Ulangi hentakan hingga benda yang menyumbat keluar.

“Apabila anak tidak sadar juga, maka lakukan Bantuan Hidup Dasar untuk anak. Sebelumnya cek kesadaran dan usaha napas, panggil bantuan 112 atau 119 atau tenaga kesehatan kegawatdaruratan seperti IGD rumah sakit, Bila bantuan sudah datang dan belum ada kesadaran, dapat dilakukan pijat jantung dimana Bayi (Usia < 1 tahun) dilakukan pijat jantung dengan teknik dua ibu jari melingkar. Anak (Usia > 1 tahun) pijat jantung dengan satu atau dua tangan di 1/2 bawah tulang dada, kecepatan 100-120 kali/menit, kedalaman 4-5 cm, pastikan dada naik sempurna setiap selesai 1 pijatan jantung, maksimal berhenti <10 detik. Bila belum sadar, gunakan alat AED (Automated External Defibrillator) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih”, tambahnya.

Penanganan dan pertolongan pertama bagi bayi atau anak yang tersedak serta bantuan hidup dasar untuk anak sangat penting diketahui oleh orang tua dan keluarganya. Semoga edukasi kesehatan untuk bayi dan anak ini bermanfaat bagi seluruh orang tua khususnya menambah pengetahuan guna menjaga tumbuh kembang anak-anak kita agar tetap terjaga dan sehat selalu. (PromkesRSUDKps)