RSUD Kapuas Lakukan Edukasi Kesehatan Penanganan TBC Anak Memperingati Hari TBC Dunia Tahun 2025

KUALA KAPUAS – Pada Hari Rabu, 26 Maret 2023 Pukul 10.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Poliklinik Anak Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan atau Edukasi Kesehatan Tentang Penanganan TBC Pada Anak dalam Rangka Memperingati Hari TBC Dunia, diberikan edukasi oleh dr. Agung Hari Wibowo, Sp.A, beserta Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas yang bertempat di Jalan Tambun Bungai No.16 Kabupaten Kapuas.

Adapun pada kegiatan penyuluhan kesehatan ini bertemakan Lindungi Anak Dari Tuberculosis dan Pentingnya Terapi Pencegahan TB (TPT) bertujuan untuk Menjelaskan apa itu Tuberkulosis (TB), Mengapa anak-anak berisiko tinggi terkena TB, Pentingnya terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) bagi anak-anak yang kontak erat dengan pasien TB, serta Cara mendapatkan TPT dan kepatuhan dalam pengobatan.

Seperti diketahui, TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Menular melalui droplet (percikan udara) saat batuk atau bersin dari penderita TB aktif. Indonesia merupakan negara kedua terbanyak penyakit TB sedunia. TB dapat dicegah dan diobati, tetapi tetap menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Satu penderita TB dengan dahak yang positif dapat menularkan10-14 orang disekitarnya.

dr. Agung, begitu beliau disapa mengatakan bahwa anak-anak berisiko tinggi terinfeksi TB, karena Imun anak masih berkembang, sehingga lebih rentan terkena TB. Anak-anak yang tinggal serumah dengan penderita TB berisiko tinggi terinfeksi. TB pada anak sering tidak menunjukkan gejala khas, sehingga sulit didiagnosis. TB dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti TB milier dan meningitis TB.

Dalam manangani tuberculosis anak dilakukan terapi pencegahan tuberculosis atau TPT yang berati pemberian obat untuk mencegah anak yang sudah terinfeksi TB agar tidak jatuh sakit. Diberikan kepada anak yang kontak erat dengan pasien TB paru tetapi belum sakit TB aktif. Tidak semua anak yang terinfeksi TB akan sakit, tetapi tanpa TPT, risiko menjadi TB aktif lebih tinggi.

Manfaat terapi pencegahan TB (TPT), antara lain mencegah anak dari sakit TB aktif, mencegah penularan TB lebih lanjut di lingkungan keluarga, mengurangi risiko komplikasi TB berat, seperti meningitis TB, Efektif dan aman bila diminum sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Tantangan dalam pelaksanaan TPT, yaitu banyak orang tua tidak menyadari bahwa anak yang sehat tetap perlu TPT, kadang-kadang orang tua takut efek samping obat, beberapa keluarga tidak disiplin memberikan obat setiap hari, dan sulitnya akses layanan kesehatan di beberapa daerah. Solusi yang dilakukan yaitu Edukasi berulang, dukungan tenaga kesehatan, dan pemantauan rutin.

Cara mendapatkan TPT untuk anak, dengan datang ke Puskesmas atau rumah sakit untuk skrining TB pada anak, Jika memenuhi syarat, anak akan diperiksa dan diberikan TPT secara gratis sesuai program nasional, Ikuti jadwal kontrol yang diberikan tenaga kesehatan untuk memastikan kepatuhan pengobatan, dan Jika ada efek samping ringan, segera konsultasikan ke tenaga medis, jangan hentikan sendiri.

“Dengan peringatan Hari Tuberculosis Nasional ini, mari jaga anak-anak kita dari penularan TB, dimana anak yang kontak erat dengan pasien TB paru berisiko sakit TB, TPT penting untuk mencegah TB aktif, Pengobatan TPT aman, efektif, dan gratis di fasilitas kesehatan. Ayo bawa anak-anak yang kontak erat ke Puskesmas untuk skrining TB dan mendapatkan TPT,” akhir kata beliau menutup edukasi kesehatan. (PromkesRSUDKps)