Pentingnya Mencuci Tangan Yang Benar Sebagai Pencegahan Infeksi Nosokomial

Pada hari Kamis, 27 Februari 2020 Pukul 09.00 WIB, Kegiatan Rutin PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit), bertempat di Ruang Tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Puspa Negara (Dokter Internsip), beserta Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang “Cuci Tangan”.

Dijelaskan dr. Puspa, menurut WHO Mencuci tangan adalah proses yang secara mekanis melepaskan kotoran dan kuman  dari kulit tangan dengan menggunakan sabun dan air.

Tujuannya :

  • Menjaga Kebersihan diri
  • Mencegah infeksi
  • Sebagai pelindung diri

Manfaatnya :

  • Untuk menghindarkan penularan penyakit melalui tangan (makanan).
  • Untuk menjaga kebersihan diri (perorangan).
  • Untuk membuat tubuh kita tetap sehat dan terhindar dari penyakit nosokomial .
  • Supaya tidak menjadi agen penular bibit penyakit kepada orang lain

JENIS CUCI TANGAN, ANTARA LAIN :

  1. CUCI TANGAN BASAH, yaitu mencuci tangan dengan air bersih  dan menggunakan sabun cair. Bila kontak dengan bahan infeksius (misal terkontaminasi langsung dengan cairan tubuh pasien, kotoran , sampah medis, dll)  mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun harus dilakukan.
  2. CUCI TANGAN KERING, yaitu mencuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer / hand rub sejenis cairan berbahan dasar alkohol plus gliserin sebagai pelembut. Hand rub antiseptik tidak menghilangkan kotoran atau zat organik, sehingga jika tangan kotor harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Alkohol handrub merupakan fasilitas cuci tangan tidak adekuat yang cepat dan aman untuk menurunkan jumlah bakteri gram negative di tangan seperti E.coli

Waktu mencuci tangan yang tepat untuk di lakukan di Rumah Sakit:

  • Mencuci tangan sebelum menyentuh pasien
  • Mencuci tangan setelah menyentuh pasien
  • Mencuci tangan setelah terkena cairan tubuh pasien
  • Mencuci tangan setelah berada di lingkungan pasien
  • Sebelum dan sesudah Melakukan tindakan invansif ( melakukan injeksi intravena, memasang infuse, memberikan obat)

Selain di Rumah Sakit kegiatan cuci tangan perlu dilakukan di Rumah apabila :

  • Sebelum makan dan setelah makan
  • Sebelum dan sesudah mengolah makanan
  • Setelah BAB dan BAK
  • Setelah kontak dengan orang batuk atau bersin
  • Saat akan memasak
  • Saat memegang anak

Persiapan mencuci tangan :

1.Cuci tangan basah:

  • basahi tangan dengan mengalir yang bersih
  • tuangkan 3 – 5 cc sabun cair untuk menyabuni seluruh permukaan tangan.

2. Cuci tangan kering dapat dilakukan dengan 6 langkah:

  • Tuangkan handrub ke permukaan telapak tangan kira – kira 1 sendok teh. Ratakan sabun dengan kedua telapak tangan
  • Gosok punggung dan sela – sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya
  • Gosok kedua telapak dan sela – sela jari
  • Jari – jari sisi dalam dari kedua tangan saling mencuci
  • Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya
  • Gosok dengan memutar ujung jari – jari di telapak kanan kiri dan sebaliknya

Setelah melakukan 6 langkah mencuci tangan yaitu cuci tangan basah maka keringkan dengan tissue gosokan secara teliti sampai tangan benar – benar kering.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *